“Mengejar Matahari”, Klub di Premier League Banting Tulang

Chelsea keluar sebagai pemenang pada Premier League tahun 2015 yang lalu.

Best of The Best

Beberapa klub telah berhasil menunjukan kesungguhan dan konsistensi mereka pada pekan ke-19 Premier League yang telah berlangsung pada 30-31 Desember 2016.

Chelsea membuat 13 kemenangan beruntun di Premier League setelah berhasil menekuk lutut Stoke City saat menjamu mereka di Stadion Stamford Bridge dengan skor 4-2. Hal ini membuat The Blues tetap bertahan di puncak klasemen sementara dengan poin 49.

Sedang tim raksasa Manchester United tetap unjuk gigi meskipun berada cukup jauh dari puncak klasemen. Setan Merah hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk memutar balikan keadaan setelah sempat tertinggal 1 gol dari tamunya Middlesbrough. Dengan skor 2-1 Manchester United saat ini bertengger di urutan ke-6 klasemen sementara dengan poin 36.

Permainan Cantik di Awal Yang Indah

Meski diguyur hujan, Mauricio Pochettino berhasil membawa tim asuhannya menang telak saat bertandang ke Vicarage Road tanggal 1 Januari 2017 kemarin. Tottenham Hotspurs menepis prediksi yang mengatakan bahwa Watford akan mampu menahan imbang mereka. Nyatanya Spurs menang 4-1 atas Watford dan berhasil menggeser Manchester City dan masuk dalam empat besar klasemen sementara Premier League dengan poin yang sama yakni 39 angka.

Berhasil naik satu peringkat, The Gunners mendapatkan 3 poin tambahan setelah menang atas Crystal Palace di Stadion Emirates. Menjadi man of the match, Olivier Giroud menyumbangkan satu buah gol (17′) yang disusul oleh sundulan keras rekan satu timnya Alex Iwobi pada babak kedua (56′). Skor 2-0 memastikan Arsenal duduk di peringkat tiga klasemen sementara Premier League.

Sundulan keras G. Wijnaldum membawa Liverpool naik ke peringkat kedua klasemen sementara.

Ambisi dan Totalitas

Dari sepuluh pertandingan yang telah digelar pada pekan ke-19 Premier League, duel antara Jurgen Kloop dengan Pep Guardiola paling menjadi sorotan. Gol tunggal yang dicetak oleh Georginio Wijnaldum pada menit ke delapan membawa The Reds membuntuti Chelsea, yang betah nongkrong di puncak klasemen. Apa yang dilakukan Chelsea bukanlah hal yang mudah, sehingga memang pantas posisi teratas diisi oleh The Blues untuk sementara waktu ini.

Hingga saat ini langkah kerja keras Antonio Conte hanya mampu diikuti oleh Jurgen Kloop. Menang 13 kali berturut-turut belum berhasil membuat Liverpool memimpin klasemen. Bahkan The Reds harus rela berada di urutan kedua dengan selisih poin 6 angka. Namun hal yang menyebalkan ini tidak mematahkan semangat Kloop.

“Saya akui, Chelsea memang sangat kuat. Mungkin kami harus menang 14 kali berturut-turut. Setidaknya, kami telah mengakhiri tahun dengan sangat amat baik dengan mengalahkan City. Tidak ada seorangpun yang mengira kami mampu melakukannya, tapi kami sadar bahwa kami harus menang. Dan tidak hanya itu, kami harus tetap menang!”, ujar pelatih Liverpool itu.

Tidak banyaknya peluang yang tercipta dan kontrol bola yang diluar harapan menjadi alasan Liverpool menang tipis atas City.

“Kami bermain tidak cukup baik, namun kami bertahan dengan baik. City adalah tim yang hebat, sehingga kami harus tetap kompak. Saya pikir kami memang pantas untuk menang”, aku Kloop.

Sebaliknya, Pep Guardiola merasa sedikit kecewa dengan hasil yang diberikan oleh tim yang diasuhnya itu.

“Kami memulai pertandingan dengan baik, namun Liverpool memanfaatkan kesempatan pertama mereka dengan maksimal, dan dalam waktu yang lama kami tidak mampu menciptakan banyak peluang,” ujar Guardiola.

Tertinggal 10 angka dari Chelsea, Guardiola memilih tetap fokus untuk meraih mimpi.

“Kami masih berpeluang di Piala Champions dan Piala FA yang akan datang. Yang harus dilakukan pada posisi kami saat ini adalah tetap fokus pada permainan kami yang akan datang. Kami tidak akan berbicara tentang hal-hal yang terlalu jauh. Kami harus bangkit untuk pertandingan berikutnya.”, tutup Guardiola.

Malam ini Manchester City akan menjamu Burnley di Stadion Etihad pukul 22.00 WIB.

Pro Kontra, Berita Bola Manchester United Mantap Andalkan Ibrahimovic

Dengan total 8 gol, Zlatan Ibrahimovic kini menjadi pencetak gol terbanyak di Manchester United.

Dengan total 8 gol, Zlatan Ibrahimovic kini menjadi pencetak gol terbanyak di Manchester United.

Percaya Diri Sendiri

Bergabung dengan Manchester United pada 7 Juni 2016 yang lalu, Zlatan Ibrahimovic menyingkapkan bahwa dirinya akan segera menandatangani perpanjangan kontraknya dengan klub raksasa asal Inggris itu. Pemain depan tim nasional Swedia ini pindah ke Old Trafford dengan nilai bebas transfer untuk satu musim penuh, dan Ibra menyambut baik tawaran kedua dari United yang diberikan oleh Mourinho.

“Saya rasa ini akan jadi semakin baik, saya juga dalam kondisi yang fit dan sehat. Sekarang saya memiliki kontrak baru. Saya akan bermain lebih nyata dan melakukan yang menjadi bagian saya. Saya tidak mau membuang-buang waktu,” jelasnya.

Menyangkut hal ini, beberapa pengamat sepak bola mengatakan bahwa Ibra kurang puas. Namun pelatih berdarah Portugal itu menegaskan bahwa dia saat ini berada di klub impian dan bahkan ingin tinggal lebih lama lagi.

“Ini masih pagi dan saya masih berada di awal kontrak. Tidak ada hasil yang seketika. Saya akan melangkah satu demi satu. Dan tidak perlu ditanya apakah saya ingin sukses disini selama 3 tahun. Tentu saja ya! Karena saya sangat menyukainya.”

“Saya mengerti, saya harus melayakkan diri supaya klub berpikir bahwa saya memang orang yang tepat dan pantas. Saya akan sangat bangga dan gembira untuk hal itu. Namun saya masih ada dipermulaan,” tambahnya.

Berita Bola Terkini Yang Terbaik

Matt Le Tissier, mantan striker tim nasional Inggris tahun 90’an yang kini bekerja sebagai pembawa acara olahraga di Inggris ikut angkat bicara menanggapi keputusan Mourinho yang tetap ingin memakai Ibra pada musim depan.

Berikut pernyataannya dikutip dari sumber resmi berita bola “Saya kaget melihatnya (Mourinho) mengambil keputusan secepat itu di awal musim,” kata Le Tissier.

“Jika saya melihat kebelakang, sesungguhnya dia (Ibra) belum bisa memberi hasil yang sesuai dengan harapan. Dia belum mampu mencuri perhatian saya, sebaliknya, dia telah melakukannya pada Jose melalui sikap dan kesehatan tubuhnya,”

Aaaa

Marcus Rashford (19) dan Anthony Martial (20), pemain muda yang akan menjadi masa depan bagi klub Setan Merah.

Hanya Asas Manfaat

Menurut Le Tissier, keputusan ini merupakan manifestasi dari kecerdasan Mourinho, dengan membeli beberapa waktu tambahan sebelum akhirnya membebankan Marcus Rashford dan Anthony Martial dengan tekanan yang besar untuk menjadi ujung tombak Setan Merah.

“Saya pikir memang tidak mudah mempercayai anak-anak begitu saja,” tambahnya
“Jose ingin memberikan satu tahun lagi, bahkan mungkin lebih, supaya mereka (Marcus, Martial) bisa lebih banyak belajar padanya (Ibra).”

“Walaupun ini tidak masuk diakal, tapi saya pikir ini jenius. Menggunakan pemain seperti Zlatan untuk melindungi pemain-pemain muda dari kerasnya kompetisi Inggris juga Eropa. Jose berhitung dan berpikir jauh ke depan.”

Aaaaa

Jose Mourinho sangat senang bisa memiliki Ibrahimovic selama 18 bulan kedepan.

Kembali ke Visi

Ditempat dan waktu yang berbeda, Mourinho berpikir tentang hal yang sama, untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah di Liga Premier dan lebih mendominasi di Eropa.

“Sebagai manajer terbaik Ferguson butuh waktu selama 7 tahun untuk bisa sukses,” kata Mourinho

“Saya yakin semua orang perlu waktu untuk bisa memberi hasil yang terbaik,”

“Hal ini tidak mengejutkan saya. Semua kesulitan yang saya temui itu sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Saya tidak suka hal yang mudah, saya suka tantangan,” katanya kepada wartawan di Old Trafford.

“Pada saat saya mengatakan bahwa saya ingin meraih gelar juara Liga Premier, saya sadar betul bahwa saya sedang mendekati sebuah risiko yang besar. Saya tau ini tidak akan mudah,” tutupnya.

‘Hitam Putih’ The Blues dan Setan Merah

Jose Mourinho saat pertama bersama Chelsea tahun 2004

Jose Mourinho saat pertama bersama Chelsea tahun 2004

Perjalanan ‘The Man Behind The Scene’

Jose Mourinho adalah pria berdarah Portugis yang dianggap oleh sejumlah pemain, pelatih, dan komentator sebagai salah satu manajer terbesar dan paling sukses di dunia.

Mourinho belajar ilmu olahraga di Universitas Tehnik Lisbon dan memiliki segudang prestasi, bahkan pada tahun 2015 ia dianugerahi gelar sebagai pelatih Portugis terbaik sepanjang masa oleh Portuguese Football Federation (FPF).

Sebut saja Inter Milan, klub tersohor asal Italia itu pernah dibawanya menuju podium Liga Champions pada tahun 2010 di Stamford Bridge.
Ya, melawan Chelsea yang pada saat itu sebagai tuan rumah, namun sebagai manajer, Mourinho mampu mengalahkannya.

Dewi Fortuna Datang dan Pergi

Kala itu, ia mengakui bahwa ‘hoki‘ sedang menghampiri dirinya di Bridge.
Sebelum membela Inter, pada tahun 2004-2007 Mourinho lebih dulu bertugas di Chelsea. Selama itu, ia memiliki rekor tak terkalahkan setiap main di kandangnya sendiri.

2010 adalah tahun kemenangannya bersama Inter Milan

2010 adalah tahun kemenangannya bersama Inter Milan

Musim berikutnya ia memperkuat Inter Milan selama 2 tahun lalu pindah ke Real Madrid selama 3 tahun sebelum akhirnya ia kembali membangun The Blues di Bridge.
April 2014 rekor tak terkalahkan yang dimilikinya berakhir saat timnya kalah 2-1 melawan Sunderland.

Catatan pertandingan saya sangat baik di Stamford Bridge, khususnya pada saat saya merumput bersama Inter. Saya tak pernah kalah bermain disana,” jelas Mourinho.

Saya rasa saya sudah tidak hoki lagi. Musim lalu saya pernah tumbang dalam beberapa pertarungan di Bridge. Didalam perjuangan, saya beberapa kali sempat gagal di Bridge,” tambahnya.

Dari Biru ke Merah

Menurut sumber berita bola di liga inggris, Mourinho yang selama ini lebih dikenal sebagai bos Chelsea karena pernah mondar-mandir di Stamford Bridge, pada 27 Mei 2016 menorehkan sejarah baru bagi persepakbolaan dunia. Bagaimana tidak, pria berusia 53 tahun ini menandatangani kontrak tiga tahun dengan salah satu klub sepakbola terbesar di dunia, Manchester United.

Mourinho merayakan trofi pertamanya bersama team Setan Merah

Mourinho merayakan gelar trofi pertamanya bersama team Setan Merah

Bulan Agustus 2016 yang lalu Mourinho memenangkan trofi pertamanya di FA Community Shield, mengalahkan Leicester City 2-1.
Pada Liga Premier, kemenangan pertamanya sebagai bos MU diraihnya pada saat menghadapi Bournemouth di bulan yang sama, unggul dengan skor 3-1.

“Saya sangat memahami ini. Ketika saya putuskan untuk pindah dan bekerja di Inggris, ada hal yang tidak bisa saya hindari; bertemu muka dengan Chelsea di Stamford Bridge.

“Secara acak, mesin telah menentukan agar saya (MU) pergi melawan mereka (Chelsea). Jadi mari kita mainkan,” jelasnya.

Full Skill Playing

Kedatangan Mourinho kembali ke Bridge kali ini menyadarkan dirinya bahwa ia akan bermain tanpa faktor x (hoki).

Dibawah asuhan Antonio Conte, saat ini Chelsea berada di urutan ke lima pada klasemen Liga Premier.
Sedangkan Setan Merah berada dua posisi dibawahnya dengan tertinggal dua poin.
Menurut Mourinho hal ini merupakan awal musim yang baik bagi Chelsea.

Balas Dendam

Mourinho harus ekstra hati-hati pada saat bertandang ke Stamford pada Minggu malam nanti. Pasalnya banyak pemain under-performed yang diperlakukan begitu buruk olehnya pada musim lalu, dan mereka akan berbaris melawan Manchester United.

Antonio Conte saat sedang melatih Chelsea bersama Moses

Antonio Conte saat sedang melatih Chelsea bersama Victor Moses.

Victor Moses salah satunya, winger Chelsea yang sempat merasakan gaya kepemimpinan Mourinho.
Ia mengaku pernah dianaktirikan olehnya, dipinjamkan kepada klub lain bahkan tidak pernah diajak bicara. Pemain asal Nigeria ini menganggap bahwa Conte jauh lebih baik daripada Mourinho.

Moses berharap agar dirinya dipasang sebagai sayap kanan The Blues pada saat Mourinho bertandang ke Bridge sebagai bos Setan Merah untuk pertama kalinya, dengan formasi baru Conte 3-4-3.

Unforgettable Mou

Meskipun demikian, Conte menyadari kejeniusan sang aktor dibalik layar ini.

Ketika anda memimpin sebuah team dan berhasil mendapatkan tiga piala (Liga Premier), dapat dipastikan anda selalu ada di hati penggemar, ” ujar pengganti Mourinho di musim panas ini.

Saya menganggap dia sebagai orang penting di klub ini. Saya menghormatinya,” tambah Conte.

Formasi kedua team dalam laga besar Minggu malam.

Formasi kedua team dalam laga besar Minggu (23/10/2016) malam.

Chelsea akan menjamu Manchester United besok malam pukul 22.00