Jadi Legenda Bola, Gerrard Gantung Sepatu

Steven Gerrad, Liverpool Football Club 1998-2015

Steven Gerrard, Liverpool Football Club 1998-2015.

You’ll Never Walk Alone

Salah satu gelandang Inggris terbesar dalam sejarah sepak bola, seorang pemimpin sejati, dan seorang pelari yang tak kenal lelah dengan visi yang luar biasa. Tembakan jarak jauhnya paling ditakuti di seluruh dunia dan seorang gelandang yang sangat produktif dalam mencetak gol. Menghabiskan sebagian besar kariernya di posisi pusat lini tengah, namun juga pernah ditempatkan sebagai second striker, gelandang bertahan, bek kanan, dan pemain sayap kanan. Namanya juga sering disebut sebagai kapten terbaik di dunia sepak bola. Dia adalah Steven George Gerrard.

Sering mendapat berbagai tawaran untuk bermain di klub-klub besar, pria berusia 36 tahun ini membuktikan kesetiaannya dengan bermain bersama Liverpool selama 17 tahun, sebelum akhirnya ia menghabiskan 2 tahun terakhirnya bersama Los Angeles Galaxy. Ia banyak membantu lini tengah Liverpool dengan bermain sebanyak 710 kali dan berhasil meraih 9 trofi.

Gerrard beraksi di LA Galaxy 2015-2016.

Gerrard beraksi di LA Galaxy 2015-2016.

Menurut penggemar The Red’s, Gerrard adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Kariernya sangat menginspirasi dunia sepak bola. Bahkan Zinedine Zidane menganggap bahwa ia merupakan pemain sepak bola terbaik di dunia pada tahun 2009.

Tidak jarang prestasi yang dibuatnya mendapat apresiasi dari berbagai macam ajang kompetisi, sebut saja UEFA Club Player of The Year, Ballon d’Or Bronze Award, PFA Team of The Year dan Fifa World XI. Hingga saat ini ia menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di final Piala FA, final Piala Liga, final Piala UEFA dan final Liga Champions.

“Semua karya indah dan pencapaian di dalam karir merupakan suatu keberuntungan besar bagi saya,” kata Gerrard.

“Saya sangat bersyukur atas setiap kesuksesan yang telah diraih, juga untuk waktu kebersamaan dengan Liverpool, Inggris dan LA Galaxy. Ini semua adalah mimpi saya sewaktu kecil.”

Gerrard pertama kali menjadi kapten saat menggantikan Rio Ferdinand yang sedang mengalami cedera pada Piala Dunia 2010.

Gerrard pertama kali menjadi kapten saat menggantikan Rio Ferdinand yang sedang mengalami cedera pada Piala Dunia 2010.

Tetap Melangkah

Setelah mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan LA Galaxy, ia dikaitkan dengan pekerjaan manajer di Liga Inggris dengan tim Milton Keynes Dons. Namun Gerrard menganggap bahwa tawaran itu terlalu cepat. Namun tidak hanya itu, ia juga sempat dikatakan akan pindah ke Celtic, Newcastle United bahkan kembali ke Anfield untuk melatih disana.

Kemarin (Kamis 24 Nov 2016) ia mengatakan akan segera mengambil waktu khusus untuk mempertimbangkan berbagai penawaran yang diberikan.

“Saya sangat semangat menyambut masa depan. Dengan berbagai kapasitas yang saya miliki, saya yakin saya masih mampu untuk memberikan kemenangan,” tambahnya.

Rintangan dan Tantangan

Menanggapi hal ini, Jurgen Klopp memberikan respon negatif terkait kembalinya Gerrard ke klub Premier League dengan peran pembinaan.

“Ketika sesuatu diumumkan, maka kita akan bicara,” kata pelatih asal Jerman yang menjadi bos The Red’s pada bulan Oktober 2015 itu.

“Berhentilah untuk menjadi terlalu semangat waktu berbicara tentang masa depan. Yang harus dilakukan adalah memberi ruang dan ruang untuk melompat dan belajar sesuatu yang baru.

“Kami selalu membuka diri. Jika ia ingin membuat karier yang berbeda, kami akan membantunya. Tapi sepertinya yang seperti ini sudah terlalu banyak.”

16 Mei 2001 Michael Owen mengangkat piala UEFA lifts the UEFA Cup watched by (L-R) Danny Murphy (2R) and Steven Gerrard after winning the final against Deportivo Alaves at Dortmund's Westfalen stadium May 16, 2001.Liverpool won a thriller 5-4 after extra time. DB - RTR141RP

Michael Owen mengangkat piala UEFA disaksikan Danny Murphy dan Steven Gerrard setelah mengalahkan Deportivo Alaves 16 Mei 2001.

Mantan rekan satu timnya di Liverpool dan Inggris, Danny Murphy memiliki pendapat yang berbeda.

“Karena ini adalah klub yang paling dicintainya maka saya yakin ini akan jadi sebuah langkah yang sehat dan membangun baginya untuk belajar dari Klopp,” jelasnya.

“Untuk menjadi dinamis adalah suatu hal yang hampir mustahil. Jika kembali bergabung ke tim dan bekerja menjadi pelatih, harus ada seseorang yang tersingkir.

“Pilihannya adalah di tim U-21 atau tim under-18. Tapi saya yakin suatu saat ia pasti kembali ke Liverpool,” tutupnya.

Pro Kontra, Manchester United Mantap Andalkan Ibrahimovic

Dengan total 8 gol, Zlatan Ibrahimovic kini menjadi pencetak gol terbanyak di Manchester United.

Dengan total 8 gol, Zlatan Ibrahimovic kini menjadi pencetak gol terbanyak di Manchester United.

Percaya Diri Sendiri

Bergabung dengan Manchester United pada 7 Juni 2016 yang lalu, Zlatan Ibrahimovic menyingkapkan bahwa dirinya akan segera menandatangani perpanjangan kontraknya dengan klub raksasa asal Inggris itu. Pemain depan tim nasional Swedia ini pindah ke Old Trafford dengan nilai bebas transfer untuk satu musim penuh, dan Ibra menyambut baik tawaran kedua dari United yang diberikan oleh Mourinho.

“Saya rasa ini akan jadi semakin baik, saya juga dalam kondisi yang fit dan sehat. Sekarang saya memiliki kontrak baru. Saya akan bermain lebih nyata dan melakukan yang menjadi bagian saya. Saya tidak mau membuang-buang waktu,” jelasnya.

Menyangkut hal ini, beberapa pengamat sepak bola mengatakan bahwa Ibra kurang puas. Namun pelatih berdarah Portugal itu menegaskan bahwa dia saat ini berada di klub impian dan bahkan ingin tinggal lebih lama lagi.

“Ini masih pagi dan saya masih berada di awal kontrak. Tidak ada hasil yang seketika. Saya akan melangkah satu demi satu. Dan tidak perlu ditanya apakah saya ingin sukses disini selama 3 tahun. Tentu saja ya! Karena saya sangat menyukainya.”

“Saya mengerti, saya harus melayakkan diri supaya klub berpikir bahwa saya memang orang yang tepat dan pantas. Saya akan sangat bangga dan gembira untuk hal itu. Namun saya masih ada dipermulaan,” tambahnya.

Bukan Yang Terbaik

Matt Le Tissier, mantan striker tim nasional Inggris tahun 90’an yang kini bekerja sebagai pembawa acara olahraga di Inggris ikut angkat bicara menanggapi keputusan Mourinho yang tetap ingin memakai Ibra pada musim depan.

“Saya kaget melihatnya (Mourinho) mengambil keputusan secepat itu di awal musim,” kata Le Tissier.

“Jika saya melihat kebelakang, sesungguhnya dia (Ibra) belum bisa memberi hasil yang sesuai dengan harapan. Dia belum mampu mencuri perhatian saya, sebaliknya, dia telah melakukannya pada Jose melalui sikap dan kesehatan tubuhnya,”

Aaaa

Marcus Rashford (19) dan Anthony Martial (20), pemain muda yang akan menjadi masa depan bagi klub Setan Merah.

Hanya Asas Manfaat

Menurut Le Tissier, keputusan ini merupakan manifestasi dari kecerdasan Mourinho, dengan membeli beberapa waktu tambahan sebelum akhirnya membebankan Marcus Rashford dan Anthony Martial dengan tekanan yang besar untuk menjadi ujung tombak Setan Merah.

“Saya pikir memang tidak mudah mempercayai anak-anak begitu saja,” tambahnya
“Jose ingin memberikan satu tahun lagi, bahkan mungkin lebih, supaya mereka (Marcus, Martial) bisa lebih banyak belajar padanya (Ibra).”

“Walaupun ini tidak masuk diakal, tapi saya pikir ini jenius. Menggunakan pemain seperti Zlatan untuk melindungi pemain-pemain muda dari kerasnya kompetisi Inggris juga Eropa. Jose berhitung dan berpikir jauh ke depan.”

Aaaaa

Jose Mourinho sangat senang bisa memiliki Ibrahimovic selama 18 bulan kedepan.

Kembali ke Visi

Ditempat dan waktu yang berbeda, Mourinho berpikir tentang hal yang sama, untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah di Liga Premier dan lebih mendominasi di Eropa.

“Sebagai manajer terbaik Ferguson butuh waktu selama 7 tahun untuk bisa sukses,” kata Mourinho

“Saya yakin semua orang perlu waktu untuk bisa memberi hasil yang terbaik,”

“Hal ini tidak mengejutkan saya. Semua kesulitan yang saya temui itu sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Saya tidak suka hal yang mudah, saya suka tantangan,” katanya kepada wartawan di Old Trafford.

“Pada saat saya mengatakan bahwa saya ingin meraih gelar juara Liga Premier, saya sadar betul bahwa saya sedang mendekati sebuah risiko yang besar. Saya tau ini tidak akan mudah,” tutupnya.

Rayuan Maut Wanger Untuk Ozil

Mesut Oezil menandatangani kontrak barunya dengan Arsenal FC.

Mesut Ozil menandatangani kontrak barunya dengan Arsenal FC.

No Pain No Gain

Sudah sepantasnya orang yang bekerja keras mendapat hasil yang memuaskan. Siapa menabur benih, pasti akan menuainya.
Hal ini tentu sangat dialami oleh Mesut Ozil.
Bermain untuk Arsenal sejak 3 tahun yang lalu.

Gelandang depan asal Jerman ini belum lama menjadi buah bibir akibat aksi heroiknya menyelamatkan Arsenal dari skor imbang 2-2 di matchday 4 Grup A Liga Champions 2016/17 pada saat bertandang melawan Ludogorets.

Pada laga tersebut, Ozil berperan besar dalam memberi assist (satu kali) dan mencetak satu gol penentu kemenangan.

Skenario gol menakjubkan setelah Ozil mengecoh 3 pemain belakang.

Skenario gol yang menakjubkan setelah Ozil mengecoh 3 pemain belakang Ludogorets.

Aksinya dalam merobek gawang Ludogorets menjadi yang terpopuler musim ini.
Harus diakui, ketenangannya saat man to man dengan kiper dan juga kecanggihannya dalam menggocek dua pemain belakang Ludogorets membuat nama Ozil semakin tersohor.

Pemain yang berusia 28 tahun itu dikategorikan sebagai yang terbaik pada Liga Champions musim ini dengan jumlah 6 gol (4 gol dan 2 assist).

Indah Pada Waktunya

Setelah melalui 3 tahun masa pahit, ia dibuang oleh Real Madrid dan berhasil ditemukan oleh Arsene Wenger (September 2013).
Pelatih senior asal Perancis ini melihat potensi besar yang dimiliki olehnya.

Arsene Wenger (67) menjalani tahun ke-20 bersama Arsenal.

Arsene Wenger (67) menjalani tahun ke-20 nya bersama Arsenal.

Memecahkan rekor transfer Arsenal, dengan penuh kepercayaan diri Wenger rela merogoh kocek The Gunners hingga Rp.741 miliar (£42.4 juta) untuk membuat Ozil menandatangani kontrak selama lima tahun kedepan.

Alih-alih takut kehilangan pemain secerdas Ozil. Wenger menjanjikan pria keturunan Turki ini untuk mengukir sejarah bagi persepakbolaan dunia.

Dennis Bergkamp berharap dipanggil ke Emirates untuk melatih klub yang pernah diperkuatnya selama 11 tahun.

Dennis Bergkamp berharap dipanggil ke Emirates untuk melatih klub yang pernah diperkuatnya selama 11 tahun.

Dennis Bergkamp, striker terkenal asal Belanda yang juga menjadi andalan Arsenal. Bergkamp membangun karirnya bersama Arsenal dan tidak sedikit prestasi yang berhasil mereka raih bersama.

Harus Setia

Sebelas tahun bukan merupakan waktu yang singkat sehingga nama Bergkamp sangat melekat dihati para pecinta The Gunners.

Wenger seperti merasakan roh Bergkamp menghinggapi Ozil saat ia melihat momen indah tersebut.

“Mereka (Bergkamp – Ozil) sangat mirip. Saya yakin dia (Ozil) bisa mengukir sejarah,” aku Wenger.

“Hanya saja Bergkamp sudah menunjukkan kesetiaannya. Berapa banyak kesan yang akan tercipta jika anda hanya berada sesaat saja disekitar kami?,”

“Saya sudah katakan sejak awal, saya jatuh hati padanya (Ozil). Setidaknya sepuluh tahun cukup baginya (Ozil) untuk menjadi kenangan seumur hidup di Emirates,” tambahnya.

images-40

Dalam Liga Premier, besok malam (Minggu, 6/11/2016) The Gunners akan menjamu Tottenham Hotspur pada pukul 19.00 WIB.

Saat ini Ozil sangat menikmati hidupnya. Itu bisa terlihat dari setiap laga yang ia mainkan pada musim ini. Hasilnya semua memuaskan.

Apakah Ozil akan termakan oleh rayuan bosnya? Mungkin juga ia menunggu detik terakhir seperti perpindahannya dari Madrid ke Arsenal kemarin.
We will see.

Pelatih Bola Pep Guardiola : Tetap Tegar di Masa Sukar

Pep Guardiola saat menjadi bos atas klub Bayern Munchen tahun 2013.

Pep Guardiola saat menjadi bos atas klub Bayern Munchen tahun 2013.

Sepak Bola di Dadaku

Berita Bola Barcelona, Catalunya, Spanyol. Disanalah Josep ‘Pep’ Guardiola Sala dilahirkan 45 tahun yang lalu pada tanggal 18 Januari.

Memulai kariernya sebagai pemain sepak bola, Pep bermain di klub sebanyak 378 kali dan mencetak 17 gol.
Ia juga pernah bermain bersama tim nasional utama Spanyol, namun hanya berhasil membuat 5 gol selama total 47 pertandingan.

Membawa nama harum bangsanya, Pep juga turut berjuang saat Spanyol menjadi juara pada Olimpiade Barcelona 1992. Dan pada momen yang sama ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Spanyol.

Nama Pep Guardiola memang sudah dikenal jauh sebelum ia melatih klub asal Jerman, Bayern Munchen pada awal musim tahun 2013-2014.
Tahun 2008 merupakan titik awal menanjaknya karier Pep di dunia sepak bola. Bersama Barcelona, mereka mengalami kesuksesan bersama hingga Juni 2012.

Pep Guardiola membawa Barcelona naik ke podium Liga Champions 2011.

Pep Guardiola membawa Barcelona naik ke podium Liga Champions 2011.

Kemekaran dan Keharuman Bunga

Seperti sedang menanam benih, kesabaran dan kegigihan Pep yang perlu ditiru ini membuahkan hasil. Tahun 2009 merupakan tahun tuaian baginya.

Ia berhasil melibas 6 trofi sekaligus pada kejuaraan domestik maupun di Eropa. Dengan klub yang bermarkas di Camp Nou ini, ia berhasil menjadi juara La Liga 3 kali, juara Liga Champions 2 kali, dan juara Copa del Rey 2 kali.

Pep berlibur bersama keluarga terkasih di SoHo, New York (14/9/2012).

Pep berlibur bersama keluarga terkasih di SoHo, New York (14/9/2012).

Tidak hanya itu, pria yang sangat mencintai keluarganya ini juga mendapat penghargaan sebagai pelatih terbaik pada musim itu.

Kesungguhan dan totalitasnya membangun Barca selama 4 tahun dibuktikan olehnya melalui 14 trofi yang berhasil ia dapatkan sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Barcelona.

Life is an Adventure

Entah faktor apa yang membuat kariernya di Bayern Munchen tidak seharum sebelumnya. 3 tahun merupakan waktu yang cepat bagi pria yang berambut tipis itu.

Seperti yang sudah direncakan sebelumnya, setelah sukses di kampungnya sendiri, ia hijrah ke Jerman, dan kini (awal tahun 2016) ia mencoba peruntungannya di Inggris menggantikan Manuel Pellegrini di Stadion Etihad.

Tenang Dalam Badai

Rabu (26/10/2016) dini hari kemarin, klub yang belum lama diasuhnya ini bertandang ke Old Trafford melawan Manchester United pada piala EFL.

City harus tunduk pada Setan Merah melalui gol tunggal Mata.

City harus tunduk pada Setan Merah melalui gol tunggal Mata.

Malang tak dapat ditolak, Manchester City harus rela menerima kekalahan 1 – 0 melalui gol yang dicetak oleh pemain Setan Merah, Juan Mata pada menit ke-54.

Yang tidak masuk diakal adalah; ini merupakan kekalahan City yang ke-6 secara berturut-turut.
Padahal dirinya sering disebut-sebut sebagai pelatih terbaik dunia. Mengapa City belum bangkit? Sebaliknya, malah semakin terpuruk.
Apa yang sebenarnya sedang ia lakukan?

Never Give Up

“Mata saya tertuju kepada momen yang pernah membawa saya mengalami kemenangan 10 kali berturut-turut,” jelasnya sambil tersenyum.

“Bola itu bundar, segalanya bisa terjadi. Saya tidak pernah berhenti belajar, untuk memperbaiki segala hal agar menjadi lebih baik. Dan yang terpenting adalah kami tetap berada dijalur yang benar. Saya melalukan hal yang sama (kerja keras). Kami akan menikmati hasil, itu pasti,” tambahnya.

Memulai Dari Apa Yang Ada di Tangan

Setelah kalah dari Barca 4-0 saat bertandang pada matchday 3 Liga Champions, minggu depan (2/11/2016) giliran City yang akan menjamu Barca di stadion Etihad.

City menang 'secara rutin' saat melawan Swansea di Stadion Liberty pada Piala EFL.

City menang ‘secara rutin’ saat melawan Swansea di Stadion Liberty pada Piala EFL.

Meskipun kapten City, Vincent Kompany masih belum pulih total dari cedera pangkal paha yang dialaminya bulan September yang lalu, namun seperti biasa, Pep tetap berpikir positif.

City masih punya gelandang muda yang sangat berpotensial sekali untuk menjadi bintang besar.
Aleix Garcia akan menjadi pemain yang berbahaya jika dirinya sungguh-sungguh berlatih dengan keras.

“Menang kalah itu biasa. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang terpenting adalah jangan sampai kehilangan harapan,” tutup Pep.

‘Hitam Putih’ The Blues dan Setan Merah

Jose Mourinho saat pertama bersama Chelsea tahun 2004

Jose Mourinho saat pertama bersama Chelsea tahun 2004

Perjalanan ‘The Man Behind The Scene’

Jose Mourinho adalah pria berdarah Portugis yang dianggap oleh sejumlah pemain, pelatih, dan komentator sebagai salah satu manajer terbesar dan paling sukses di dunia.

Mourinho belajar ilmu olahraga di Universitas Tehnik Lisbon dan memiliki segudang prestasi, bahkan pada tahun 2015 ia dianugerahi gelar sebagai pelatih Portugis terbaik sepanjang masa oleh Portuguese Football Federation (FPF).

Sebut saja Inter Milan, klub tersohor asal Italia itu pernah dibawanya menuju podium Liga Champions pada tahun 2010 di Stamford Bridge.
Ya, melawan Chelsea yang pada saat itu sebagai tuan rumah, namun sebagai manajer, Mourinho mampu mengalahkannya.

Dewi Fortuna Datang dan Pergi

Kala itu, ia mengakui bahwa ‘hoki‘ sedang menghampiri dirinya di Bridge.
Sebelum membela Inter, pada tahun 2004-2007 Mourinho lebih dulu bertugas di Chelsea. Selama itu, ia memiliki rekor tak terkalahkan setiap main di kandangnya sendiri.

2010 adalah tahun kemenangannya bersama Inter Milan

2010 adalah tahun kemenangannya bersama Inter Milan

Musim berikutnya ia memperkuat Inter Milan selama 2 tahun lalu pindah ke Real Madrid selama 3 tahun sebelum akhirnya ia kembali membangun The Blues di Bridge.
April 2014 rekor tak terkalahkan yang dimilikinya berakhir saat timnya kalah 2-1 melawan Sunderland.

Catatan pertandingan saya sangat baik di Stamford Bridge, khususnya pada saat saya merumput bersama Inter. Saya tak pernah kalah bermain disana,” jelas Mourinho.

Saya rasa saya sudah tidak hoki lagi. Musim lalu saya pernah tumbang dalam beberapa pertarungan di Bridge. Didalam perjuangan, saya beberapa kali sempat gagal di Bridge,” tambahnya.

Dari Biru ke Merah

Menurut sumber berita bola di liga inggris, Mourinho yang selama ini lebih dikenal sebagai bos Chelsea karena pernah mondar-mandir di Stamford Bridge, pada 27 Mei 2016 menorehkan sejarah baru bagi persepakbolaan dunia. Bagaimana tidak, pria berusia 53 tahun ini menandatangani kontrak tiga tahun dengan salah satu klub sepakbola terbesar di dunia, Manchester United.

Mourinho merayakan trofi pertamanya bersama team Setan Merah

Mourinho merayakan gelar trofi pertamanya bersama team Setan Merah

Bulan Agustus 2016 yang lalu Mourinho memenangkan trofi pertamanya di FA Community Shield, mengalahkan Leicester City 2-1.
Pada Liga Premier, kemenangan pertamanya sebagai bos MU diraihnya pada saat menghadapi Bournemouth di bulan yang sama, unggul dengan skor 3-1.

“Saya sangat memahami ini. Ketika saya putuskan untuk pindah dan bekerja di Inggris, ada hal yang tidak bisa saya hindari; bertemu muka dengan Chelsea di Stamford Bridge.

“Secara acak, mesin telah menentukan agar saya (MU) pergi melawan mereka (Chelsea). Jadi mari kita mainkan,” jelasnya.

Full Skill Playing

Kedatangan Mourinho kembali ke Bridge kali ini menyadarkan dirinya bahwa ia akan bermain tanpa faktor x (hoki).

Dibawah asuhan Antonio Conte, saat ini Chelsea berada di urutan ke lima pada klasemen Liga Premier.
Sedangkan Setan Merah berada dua posisi dibawahnya dengan tertinggal dua poin.
Menurut Mourinho hal ini merupakan awal musim yang baik bagi Chelsea.

Balas Dendam

Mourinho harus ekstra hati-hati pada saat bertandang ke Stamford pada Minggu malam nanti. Pasalnya banyak pemain under-performed yang diperlakukan begitu buruk olehnya pada musim lalu, dan mereka akan berbaris melawan Manchester United.

Antonio Conte saat sedang melatih Chelsea bersama Moses

Antonio Conte saat sedang melatih Chelsea bersama Victor Moses.

Victor Moses salah satunya, winger Chelsea yang sempat merasakan gaya kepemimpinan Mourinho.
Ia mengaku pernah dianaktirikan olehnya, dipinjamkan kepada klub lain bahkan tidak pernah diajak bicara. Pemain asal Nigeria ini menganggap bahwa Conte jauh lebih baik daripada Mourinho.

Moses berharap agar dirinya dipasang sebagai sayap kanan The Blues pada saat Mourinho bertandang ke Bridge sebagai bos Setan Merah untuk pertama kalinya, dengan formasi baru Conte 3-4-3.

Unforgettable Mou

Meskipun demikian, Conte menyadari kejeniusan sang aktor dibalik layar ini.

Ketika anda memimpin sebuah team dan berhasil mendapatkan tiga piala (Liga Premier), dapat dipastikan anda selalu ada di hati penggemar, ” ujar pengganti Mourinho di musim panas ini.

Saya menganggap dia sebagai orang penting di klub ini. Saya menghormatinya,” tambah Conte.

Formasi kedua team dalam laga besar Minggu malam.

Formasi kedua team dalam laga besar Minggu (23/10/2016) malam.

Chelsea akan menjamu Manchester United besok malam pukul 22.00

Berita Bola: Dilema Tottenham dan Iman Pochettino

Dele Alli, 20 tahun, gelandang Tottenham Hotspur

Dele Alli usia 20 tahun, gelandang Tottenham Hotspur.

Muda – Bringas – Berbakat

EL Premio, REVELA Bamidele Jermaine ‘Dele’ Alli, pemain sepakbola profesional dari tim nasional Inggris sekaligus midfielder dari klub Liga Premier, Tottenham Hotspur.

Menurut sumber resmi berita bola Alli lahir dan dibesarkan di Milton Keynes (Inggris), Alli sudah bermain bola sejak berumur 11 tahun dan lima tahun setelahnya ia bergabung pada klub pertamanya Milton Keynes Dons.
Ia berhasil mencetak 24 gol selama 88 kali tampil secara resmi pada 3 tahun pertamanya membangun karir.
Februari 2015 ia menandatangani kerjasama dengan Tottenham Hotspur dengan nilai kontrak awal sebesar £ 5 juta.
Pria yang cepat naik darah ini mendapat gelar dari PFA (Professional Footballers Association) sebagai pemain muda terbaik.
Dan pada Oktober 2016 ini ia kembali mendapat gelar sebagai bakat U21 terbaik di dunia sepakbola oleh majalah FourFourTwo.

‘Broken Kids’

Istilah ini sebenarnya terkait dengan pola perilaku anak yang identik dengan kenakalan karena berbagai sebab atau faktor. Juga mengandung makna; nakal, meresahkan dan merugikan.
Sepertinya cocok jika Alli menyandang predikat tersebut mengingat ia mendapat julukan sebagai ‘kuda liar yang tidak bisa dijinakkan‘ oleh manajernya di Spurs, Mauricio Pochettino.

Pengendalian emosinya menjadi viral setelah ia mendapat tiga kali larangan bertanding karena memukul pemain West Brom, Claudio Yacob.

Pachettino kini menjalani tahun ketiganya dengan Spurs setelah setahun bersama Southampton.

Pochettino kini menginjak tahun ketiganya dengan Spurs setelah setahun bersama Southampton.

Pegang Teguh Keyakinan

Dia dikaruniai bakat yang luar biasa, tapi dia bringas di lapangan,” kata Pochettino.

Tapi sekarang dia lebih mudah diatur. Kita harus menghargainya…. sepertinya ini yang membuat dirinya menjadi pemain yang spesial.”

Masih soal tempramennya, Alli sempat menjadi trending topic musim lalu pada saat insiden di Liga Eropa, ia menendang pemain belakang Fiorentina, Nenad Tomovic.

Sama seperti anda memiliki bocah yang nakal dan anda harus menyuruhnya untuk masuk ke kamar dan belajar. Ada yang bisa?” ujar manager yang berasal dari Argentina itu.

Tentu saja semua ini merupakan proses seorang anak muda yang belajar untuk menjadi dewasa, dengan pengalaman yang lebih banyak, tapi sekarang harus lebih fokus bermain sepakbola.

Dia ini unik, pribadi yang luar biasa. Kami sangat mengenal satu sama lain. Dia orang yang sangat amat tempramen dan kami semua tetap menyukainya.”

Vincent Jassen bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 12 Juli 2016

Vincent Jassen bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 12 Juli 2016.

Positive Thinking

Berbeda dengan Alli, striker Tottenham, Vincent Janssen memiliki persoalannya sendiri.
Merasa selalu berada dibawah tekanan, membuat dirinya tidak tampil maksimal.

Siapa yang tidak berbahagia jika dia mencetak gol? Tentu saja kami mengharapkannya, tapi itu suatu proses yang normal,” kata Pochettino.

Pochettino berharap agar Janssen bisa lebih tenang dan percaya pada kemampuannya.

Saya tahu, dia ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kualitas untuk merobek gawang musuh, tapi sepertinya dia menempatkan terlalu banyak tekanan pada dirinya sendiri.

Musim lalu Janssen berhasil memenangkan Johan Cruyff Trophy di Eredivisie Belanda yang diberikan kepada divisi pemain muda dengan mencentak 27 gol.

Tidak ada jalan lain, saya harus bisa membuatnya tenang, menyemangatinya: ‘Ya, bagus, jangan galau, kerja keras, lakukan lagi dan kamu pasti akan mencetak gol’ ” tambah Pochettino.

Peluang Besar Tottenham

Sejauh ini Janssen berhasil tampil di semua (enam) pertandingan setelah rekan duetnya, Harry Kane mengalami cedera pergelangan kaki pada 18 September lalu dikarenakan bermain lebih dari satu jam selama lima pertandingan berturut-turut.

Diluar harapan, hanya satu gol yang berhasil diciptakan olehnya sejak pindah ke London. Pada saat pinalti di Piala EFL yang menang atas Gillingham 5-0.

Janssen tidak stress, dia hanya kurang puas terhadap dirinya.

Ini karena dia seorang pendatang. Dia dari Belanda. Tentu ini hanya soal waktu. Dia butuh waktu,” kata Pochettino yang saat ini teamnya bertengger diurutan ketiga di Liga Premier.

Sabtu ini Spurs akan berhadapan dengan Bournemouth. Jika menang, mereka akan berada di puncak klasemen Liga Premier, menggeser Manchester City dan Arsenal yang ada diatasnya.

Spurs akan bermain kembali tanpa Kane. “Tidak ada motivasi yang lebih baik selain kami berkeinginan untuk berada di puncak klasemen,” tutup Pochettino.