Jadi Legenda Bola, Gerrard Gantung Sepatu

Steven Gerrad, Liverpool Football Club 1998-2015

Steven Gerrard, Liverpool Football Club 1998-2015.

You’ll Never Walk Alone

Salah satu gelandang Inggris terbesar dalam sejarah sepak bola, seorang pemimpin sejati, dan seorang pelari yang tak kenal lelah dengan visi yang luar biasa. Tembakan jarak jauhnya paling ditakuti di seluruh dunia dan seorang gelandang yang sangat produktif dalam mencetak gol. Menghabiskan sebagian besar kariernya di posisi pusat lini tengah, namun juga pernah ditempatkan sebagai second striker, gelandang bertahan, bek kanan, dan pemain sayap kanan. Namanya juga sering disebut sebagai kapten terbaik di dunia sepak bola. Dia adalah Steven George Gerrard.

Sering mendapat berbagai tawaran untuk bermain di klub-klub besar, pria berusia 36 tahun ini membuktikan kesetiaannya dengan bermain bersama Liverpool selama 17 tahun, sebelum akhirnya ia menghabiskan 2 tahun terakhirnya bersama Los Angeles Galaxy. Ia banyak membantu lini tengah Liverpool dengan bermain sebanyak 710 kali dan berhasil meraih 9 trofi.

Gerrard beraksi di LA Galaxy 2015-2016.

Gerrard beraksi di LA Galaxy 2015-2016.

Menurut penggemar The Red’s, Gerrard adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Kariernya sangat menginspirasi dunia sepak bola. Bahkan Zinedine Zidane menganggap bahwa ia merupakan pemain sepak bola terbaik di dunia pada tahun 2009.

Tidak jarang prestasi yang dibuatnya mendapat apresiasi dari berbagai macam ajang kompetisi, sebut saja UEFA Club Player of The Year, Ballon d’Or Bronze Award, PFA Team of The Year dan Fifa World XI. Hingga saat ini ia menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di final Piala FA, final Piala Liga, final Piala UEFA dan final Liga Champions.

“Semua karya indah dan pencapaian di dalam karir merupakan suatu keberuntungan besar bagi saya,” kata Gerrard.

“Saya sangat bersyukur atas setiap kesuksesan yang telah diraih, juga untuk waktu kebersamaan dengan Liverpool, Inggris dan LA Galaxy. Ini semua adalah mimpi saya sewaktu kecil.”

Gerrard pertama kali menjadi kapten saat menggantikan Rio Ferdinand yang sedang mengalami cedera pada Piala Dunia 2010.

Gerrard pertama kali menjadi kapten saat menggantikan Rio Ferdinand yang sedang mengalami cedera pada Piala Dunia 2010.

Tetap Melangkah

Setelah mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan LA Galaxy, ia dikaitkan dengan pekerjaan manajer di Liga Inggris dengan tim Milton Keynes Dons. Namun Gerrard menganggap bahwa tawaran itu terlalu cepat. Namun tidak hanya itu, ia juga sempat dikatakan akan pindah ke Celtic, Newcastle United bahkan kembali ke Anfield untuk melatih disana.

Kemarin (Kamis 24 Nov 2016) ia mengatakan akan segera mengambil waktu khusus untuk mempertimbangkan berbagai penawaran yang diberikan.

“Saya sangat semangat menyambut masa depan. Dengan berbagai kapasitas yang saya miliki, saya yakin saya masih mampu untuk memberikan kemenangan,” tambahnya.

Rintangan dan Tantangan

Menanggapi hal ini, Jurgen Klopp memberikan respon negatif terkait kembalinya Gerrard ke klub Premier League dengan peran pembinaan.

“Ketika sesuatu diumumkan, maka kita akan bicara,” kata pelatih asal Jerman yang menjadi bos The Red’s pada bulan Oktober 2015 itu.

“Berhentilah untuk menjadi terlalu semangat waktu berbicara tentang masa depan. Yang harus dilakukan adalah memberi ruang dan ruang untuk melompat dan belajar sesuatu yang baru.

“Kami selalu membuka diri. Jika ia ingin membuat karier yang berbeda, kami akan membantunya. Tapi sepertinya yang seperti ini sudah terlalu banyak.”

16 Mei 2001 Michael Owen mengangkat piala UEFA lifts the UEFA Cup watched by (L-R) Danny Murphy (2R) and Steven Gerrard after winning the final against Deportivo Alaves at Dortmund's Westfalen stadium May 16, 2001.Liverpool won a thriller 5-4 after extra time. DB - RTR141RP

Michael Owen mengangkat piala UEFA disaksikan Danny Murphy dan Steven Gerrard setelah mengalahkan Deportivo Alaves 16 Mei 2001.

Mantan rekan satu timnya di Liverpool dan Inggris, Danny Murphy memiliki pendapat yang berbeda.

“Karena ini adalah klub yang paling dicintainya maka saya yakin ini akan jadi sebuah langkah yang sehat dan membangun baginya untuk belajar dari Klopp,” jelasnya.

“Untuk menjadi dinamis adalah suatu hal yang hampir mustahil. Jika kembali bergabung ke tim dan bekerja menjadi pelatih, harus ada seseorang yang tersingkir.

“Pilihannya adalah di tim U-21 atau tim under-18. Tapi saya yakin suatu saat ia pasti kembali ke Liverpool,” tutupnya.