Pelatih Bola Pep Guardiola : Tetap Tegar di Masa Sukar

Pep Guardiola saat menjadi bos atas klub Bayern Munchen tahun 2013.

Pep Guardiola saat menjadi bos atas klub Bayern Munchen tahun 2013.

Sepak Bola di Dadaku

Berita Bola Barcelona, Catalunya, Spanyol. Disanalah Josep ‘Pep’ Guardiola Sala dilahirkan 45 tahun yang lalu pada tanggal 18 Januari.

Memulai kariernya sebagai pemain sepak bola, Pep bermain di klub sebanyak 378 kali dan mencetak 17 gol.
Ia juga pernah bermain bersama tim nasional utama Spanyol, namun hanya berhasil membuat 5 gol selama total 47 pertandingan.

Membawa nama harum bangsanya, Pep juga turut berjuang saat Spanyol menjadi juara pada Olimpiade Barcelona 1992. Dan pada momen yang sama ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Spanyol.

Nama Pep Guardiola memang sudah dikenal jauh sebelum ia melatih klub asal Jerman, Bayern Munchen pada awal musim tahun 2013-2014.
Tahun 2008 merupakan titik awal menanjaknya karier Pep di dunia sepak bola. Bersama Barcelona, mereka mengalami kesuksesan bersama hingga Juni 2012.

Pep Guardiola membawa Barcelona naik ke podium Liga Champions 2011.

Pep Guardiola membawa Barcelona naik ke podium Liga Champions 2011.

Kemekaran dan Keharuman Bunga

Seperti sedang menanam benih, kesabaran dan kegigihan Pep yang perlu ditiru ini membuahkan hasil. Tahun 2009 merupakan tahun tuaian baginya.

Ia berhasil melibas 6 trofi sekaligus pada kejuaraan domestik maupun di Eropa. Dengan klub yang bermarkas di Camp Nou ini, ia berhasil menjadi juara La Liga 3 kali, juara Liga Champions 2 kali, dan juara Copa del Rey 2 kali.

Pep berlibur bersama keluarga terkasih di SoHo, New York (14/9/2012).

Pep berlibur bersama keluarga terkasih di SoHo, New York (14/9/2012).

Tidak hanya itu, pria yang sangat mencintai keluarganya ini juga mendapat penghargaan sebagai pelatih terbaik pada musim itu.

Kesungguhan dan totalitasnya membangun Barca selama 4 tahun dibuktikan olehnya melalui 14 trofi yang berhasil ia dapatkan sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Barcelona.

Life is an Adventure

Entah faktor apa yang membuat kariernya di Bayern Munchen tidak seharum sebelumnya. 3 tahun merupakan waktu yang cepat bagi pria yang berambut tipis itu.

Seperti yang sudah direncakan sebelumnya, setelah sukses di kampungnya sendiri, ia hijrah ke Jerman, dan kini (awal tahun 2016) ia mencoba peruntungannya di Inggris menggantikan Manuel Pellegrini di Stadion Etihad.

Tenang Dalam Badai

Rabu (26/10/2016) dini hari kemarin, klub yang belum lama diasuhnya ini bertandang ke Old Trafford melawan Manchester United pada piala EFL.

City harus tunduk pada Setan Merah melalui gol tunggal Mata.

City harus tunduk pada Setan Merah melalui gol tunggal Mata.

Malang tak dapat ditolak, Manchester City harus rela menerima kekalahan 1 – 0 melalui gol yang dicetak oleh pemain Setan Merah, Juan Mata pada menit ke-54.

Yang tidak masuk diakal adalah; ini merupakan kekalahan City yang ke-6 secara berturut-turut.
Padahal dirinya sering disebut-sebut sebagai pelatih terbaik dunia. Mengapa City belum bangkit? Sebaliknya, malah semakin terpuruk.
Apa yang sebenarnya sedang ia lakukan?

Never Give Up

“Mata saya tertuju kepada momen yang pernah membawa saya mengalami kemenangan 10 kali berturut-turut,” jelasnya sambil tersenyum.

“Bola itu bundar, segalanya bisa terjadi. Saya tidak pernah berhenti belajar, untuk memperbaiki segala hal agar menjadi lebih baik. Dan yang terpenting adalah kami tetap berada dijalur yang benar. Saya melalukan hal yang sama (kerja keras). Kami akan menikmati hasil, itu pasti,” tambahnya.

Memulai Dari Apa Yang Ada di Tangan

Setelah kalah dari Barca 4-0 saat bertandang pada matchday 3 Liga Champions, minggu depan (2/11/2016) giliran City yang akan menjamu Barca di stadion Etihad.

City menang 'secara rutin' saat melawan Swansea di Stadion Liberty pada Piala EFL.

City menang ‘secara rutin’ saat melawan Swansea di Stadion Liberty pada Piala EFL.

Meskipun kapten City, Vincent Kompany masih belum pulih total dari cedera pangkal paha yang dialaminya bulan September yang lalu, namun seperti biasa, Pep tetap berpikir positif.

City masih punya gelandang muda yang sangat berpotensial sekali untuk menjadi bintang besar.
Aleix Garcia akan menjadi pemain yang berbahaya jika dirinya sungguh-sungguh berlatih dengan keras.

“Menang kalah itu biasa. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang terpenting adalah jangan sampai kehilangan harapan,” tutup Pep.